Perbedaan Kredit Motor Syariah dan Konvensional

1528 views

motorsiana.com – peraturan pemerintah yang menganjurkan bank – bank dan perusahaan mengenai pembiayaan di indonesia yang diwajibkan untuk menjalankan DP minimal untuk kendaraan bermotor 20 % dan untuk property dan perumahan dikenakan DP 25 % ternyata masih banyak sekali celah untuk dilanggar. dan samapai sekarang sistem syariah masih belum terkena aturan tersebut dan pasti menjadi celah terbesar bagi bank dan perusahaan pembiayaan untuk memberikan fasilitas kredit kepada para calon nasabahnya untuk mendapatkan kelebihan dengan membayar DP bahkan kurang dari 20 – 25 % dari harga pokok dari barang tersebut.
Perbedaan Kredit Motor Syariah dan Konvensional
pasti anda berfikir dan berencana untuk mengambil kredit lewat syariah. sebelum itu silahkan simak terlebih darhulu apa perbedaan dari kredit motor syariah dengan kredit motor konvensional agar anda mengetahui lebih pasti apa kelebihan dan kekurangannya. baiklah langsung saja ini perbedaannya.

1. Akad dari kredit syariah lebih jelas dan pastinya telah sesuai dengan syariah.
2. cicilan motor akan lebih murah karena semua DP kredit motor telah mengurangi harga cash dari motor pilihan anda.
3. apabila anda sebagai pengambil motor / nasabah merasa tidak kuat untuk membayar kredit selanjutnya paling lama selama 2 bulan maka pihak bank akan mengambil motor kreditan anda dengan cara kekeluargaan dan motor tersebut akan dilelang untuk menutupi hutang anda. kemudian setelah motor tersebut berhasil dilelang, uang hasil lelang tersebut akan diberikan kepada anda / nasabah yang bersangkutan setelah uang tersebut dipotong untuk sisa hutang anda kepada pihak bank.
4. kredit syariah menerapkan sistem kekeluargaan sehingga anda tidak perlu lagi merasa takut didatangi algojo – algojo seram atau debt kolektor ketika anda telat membayar angsuran. dengan sistem kekeluargaan tersebut diharapkan anda dapat merasakan kenyamanan dan ketentraman dalam melakukan kredit motor, serta anda akan berlimpah keberkahan bagi kedua pihak antara pemberi dan penerima.

hal – hal diatas tersebut merupakan perbedaan saat anda melakukan kredit melalui syariah, dan di bawah ini akan menjelaskan syarat – syarat untuk mengajukan kredit motor syariah. sebenarnya syaratnya tidak terlalu jauh berbeda dengan kredit motor konvensional. untuk lebih jelasnya silahkan simak yang berikut ini

1. foto copy KTP yang masih berlaku dari pemohon sebanyak dua lembar. apabila pemohon telah menikah diharapkan melampirkan fotocopy suamoi istri dan apabila masih tinggal bersama orang tua maka harus melampirkan juga foto copy dari orang tua, dan begitu juga jika anda masih ikut dengan mertua anda.
2. fotocopy kartu keluarga dan juga surat nikah jika anda sudah menikah
3. lampirkan juga fotocopy bulan terakhir dari rekening listrik / rekening telephon/ PAM
4. calon nasabah minimal harus memiliki sumber penghasilan sendiri dengan layak dan batas maksimal cicilan 30 % dari gaji pokok anda. untuk membuktikannya anda cukup melampirkan slip gaji anda jika anda seorang karyawan entah itu pegawai negeri atasu pegawai swasta, namun untuk anda yang seorang pebisnis anda cukup membuktikannya dengan tabungan anda selama tiga bulan.
5. yang terakhir yakni mengisi formulir pengajuan yang disediakan oleh lembaga pembayaran kredit syarian.

baiklah begitulah perbedaan antara melakukan kredit motor syariah dengan konvensional semoga menjadi refrensi anda dan berminat atau tidaknya anda tergantung kepada anda lagi ingin konevensional atau syariah, namun saran kami lebih baik jika membelinya secara cash jadi tidak ribet dengan cicilan tiap bulannya.

Tags: #Kredit Motor Konvensional #Kredit motor Syariah

Leave a reply "Perbedaan Kredit Motor Syariah dan Konvensional"